Hei, you!

How’s life there? Aku selalu harap kamu bahagia. Selalu dan selalu.

Aku rindu. Bosan kali ya dengerin aku ngomong gini terus hehe. Maaf ya.

Aku pengen cerita banyak ke kamu. Tapi ngga bisa.

Udah deh nulisnya.

Bingung.


Np : Creep — Radiohead

sudah hampir sebulan.
diriku yang selalu merindukanmu setiap hari, ternyata kembali lagi.

perasaan itu muncul kembali.
untuk sekedar berteman,
untuk sekedar menjadi kenal lagi,
bukan seperti saat ini,
asing.

aku masih menahan diriku untuk melakukannya
meski ingin.
pikirku, jika kamu berkenan untuk berteman denganku lagi, mengapa tidak kamu yang memulai?
jika belum, berarti kamu masih tidak ingin.
begitu saja. aku tidak berani memikirkan kemungkinan lain seperti, mungkin kamu juga menungguku untuk memulai?

hahaha, aku tau. kemungkinan itu penuh halu.

sebenarnya, banyak sekali yang ingin kutuliskan.
tapi detik ini, aku kehabisan kata.
sepertinya aku sudah terlalu banyak berbicara tentangmu,
menjelaskan keadaan atau perasaanku untukmu,
hingga kini cukup dirasakan dan sedikit saja dituliskan kembali agar lega.

doaku masih tetap sama.
semoga kamu selalu bahagia disana.
semoga kita bisa kembali bersama.

meskipun sebagai yang ‘hanya teman’.


Enak ya jadi kamu,
ada seseorang yang selalu menceritakanmu dalam tulisannya.
hal manis yang biasa dilakukan.

Aku mau jadi kamu,
yang ditunggu, yang ditahan, yang diperjuangkan.

Ini saja yang ingin kukatakan malam ini.
Aku iri padamu.


Rindu ini menyeruak lagi, menyebar hebat dalam sekujur tubuh. Luar dan dalam.

Pada satu nama,
Manusia pertama dan terakhir yang menghabiskan segala kasih, cinta, dan sayang yang kumiliki.
Semua masih tertahan disana, terkunci rapat tak tertembus.
Ia membawa serta kuncinya. Entah dibuang kemana, entah disimpan dimana.

Manusia manis dan hangat,
membuat siapapun betah melabuhkan hati dalam rengkuhannya.

Pemilik senyum lebar dan mata sayu,
yang selalu memikat manusia lain didekatnya.

Aku iri dengan seseorang yang kini bersanding denganmu. Ia pasti akan sangat tenang, tak takut dingin karena kau akan selalu menghangatkan.

Ah, tahun kedua ini memang tidak seberat tahun pertama.
Aku…


pada siapa kapal ini berlabuh
semua masih samar
bahkan tanpa tanda.

pundak mana tempat kepala ini merebah
melepas segala penat
melebur dalam belaian

tenangnya


Aku sudah berjalan, bahkan berlari jauh. Namun, untuk kesekian kali waktu membawaku ke tempat yang ada dirimu.

Aku sudah terbang bebas, tapi lagi-lagi aku terhempas dalam jangkauanmu.

Aku tidak tau bagaimana permainan waktu dan tujuan sebenarnya. Aku hanya menikmatinya kali ini.

Ini memang yang sangat kuimpikan. Semesta berbaik hati mewujudkannya satu persatu. Sangat pelan. Namun ada.

Entah hingga kemana perjalanan ini membawaku. Berujung benar denganmu atau tidak, aku harap iya.


dalam tulisan ini, aku ingin mengungkapkan betapa kagumnya aku padamu.
betapa kagumnya kita,teman-temanmu, yang hadir pada acara mendadak pagi ini.

seseorang yang namanya hanya berbeda satu huruf denganku
seseorang yang bahkan nomer rumahnya sama denganku, hanya berbeda blok, pun hanya berbeda satu huruf yang berdekatan.
seseorang yang dulu pernah terlibat cinta monyet segitiga denganku dan satu teman lainnya.

aku mengenalmu sejak kecil
sejak kau seringkali mondar-mandir di depan rumahku dengan sepeda ontelmu yang juga lebih sering lepas rantainya.
aku sering menggodamu itu bukan, hahaha

aku, kamu, dan kita semua sering bermain bersama sejak kecil
menghabiskan malam minggu dengan berlari dan bersembunyi
meramaikan…


entah apa sebenernya yang diingankan oleh manusia ini
berkali-kali ia hilang, sedikit kembali
hilang lagi, namun tak pernah kembali dengan utuh

tapi apa yang sebenarnya hilang?
apa yang sebenarnya ingin ia cari?
dirinya sendiri pun tak mengerti.

yang ia tahu,
ia akan semakin pandai bersembunyi
ia akan semakin kencang berlari
ia akan semakin handal dalam berpura-pura

dirinya tak pernah benar-benar hidup dalam dunia nyata
ia hilang di dunia tanpa nama yang tercipta hanya untuknya


terbungkam.
tertahan.
tak mungkin sampai.

semesta enggan berpihak
membuat angin tak mau menghembuskan salam dari dan untuk
tak sudi menyampaikan doa yang sudah dilangitkan

rindunya tak sampai.
entah bagaimana lagi.

ia hanya bisa terdiam
meratap dalam memori penuh kenangan
ia hanya bisa menunggu
jika saja semesta iba dan mau mengantarkan rindunya.


masih heran.
ternyata memang manusia bisa sejahat ini dengan manusia lain.
mengorbankan perasaan manusia lain hanya untuk memberi makan egonya.
mencabik hati manusia lain demi mempercantik hidupnya sendiri.

singkat saja.
semoga saya tidak menjadi manusia yang seperti itu.

Dian Eka Pratiwi Nasution

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store